Seperti yang sudah kita ketahui SVG adalah gambar vector yang berbasis XML. SVG sudah sangat banyak di gunakan untuk keperluan web design karena vector tidak merubah kualitas resolusi dari gambar yang di buat.cara untuk membuatnya kalian bisa gunakan software dari Adobe Illustrator karena aplikasi ini paling banyak dan mudah untuk di gunakan. berikut tutorial singkat cara mengatur gambar untuk menyimpan dalam format SVG untuk keperluan WEB Design. Saya menggunakan Adobe Illustrator CS6 untuk Windows-32bit.Contoh gambar yang saya gunakan dengan 1 warna dan 1 elemen path. contohnya seperti ini

cara penyimpanan (Save/Save As) dalam format SVG. karena jika memilih export tidak ada pilihan untuk format SVG
pilih File > Save As

kemudian pilih
- SVG Profile: SVG 1.1
- Type: SVG
- Subsetting: Only Glypsh Used


Untuk pengaturan lainnya kalian bisa gunakan pengaturan yang biasa saya gunakan. karena menurut saya ini yang terbaik.
sebelumnya klik dulu More Options


- Image Location: Link
- CSS Properties: Style Elements (Mempermudah Pengaturan CSS dengan tag CLASS)
- Decimal Place: 1 (Tergantung lengkungan pada gambar dan beberapa jumlah elemen lainnya)
Finishing klik OK atau ambil code SVG nya untuk penyimpanan langsung pada xHTML

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!-- Generator: Adobe Illustrator 16.0.0, SVG Export Plug-In . SVG Version: 6.00 Build 0) -->
<!DOCTYPE svg PUBLIC "-//W3C//DTD SVG 1.1//EN" "http://www.w3.org/Graphics/SVG/1.1/DTD/svg11.dtd">
<svg version="1.1" id="Layer_1" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" x="0px" y="0px"
width="150px" height="150px" viewBox="0 0 150 150" style="enable-background:new 0 0 150 150;" xml:space="preserve">
<style type="text/css">
<![CDATA[
.st0{fill:#F44336;}
]]>
</style>
<g>
<path class="st0" d="M91.4,133.1c-5.2,1.9-10.5,2.8-16.4,2.8c-7,0-13.4-1.4-19.5-4c-6.1-2.6-11.3-6.3-15.9-11.3
c-4.5-4.7-8-10.3-10.8-16.6c-2.1-5.4-3.5-11-3.7-16.9c0-1.2,0-2.3,0-3.3c0-1.2,0-2.3,0-3.3c0.2-6.1,1.6-11.7,3.7-16.9
c2.6-6.3,6.1-12,10.8-16.6c4.5-4.7,9.8-8.4,15.9-11.3c6.1-2.8,12.7-4,19.5-4c7,0,13.4,1.4,19.5,4c6.1,2.8,11.2,6.3,15.9,11.3
c2.3,2.3,4.2,4.9,6.1,7.7l-5.6,6.3c-8.7,9.8-17.3,19.7-26,29.3c13.8-28.6-10.8-41-27.2-23.9c-3,3-5.2,6.8-6.1,10.8
c-0.9,3.5-1.4,8.4-0.7,12.2c1.9,9.4,8.9,16.6,17.8,19.2c2.3,0.5,4,0.9,6.3,0.9c2.6,0,5.2-0.5,7.5-1.2c6.6-2.3,29.1-28.4,47.8-51.1
C103.1-7.3,8.2,13.6,8.2,84.4c0,13.8,4.2,26.7,11.5,37.5c-0.2,1.6-0.5,3.5-0.5,5.2c-9.1-11.7-14.5-26.5-14.5-42.7
c0-38.7,31.4-70.3,70.3-70.3c38.2,0,69.1,29.5,70.3,67.5C134.3,94.2,105.7,128,91.4,133.1z"/>
</g>
</svg>Referensi Lengkap : Export SVG




Pada beberapa kasus layout halaman dimana posisi footer akan mengikuti tinggi layout bagian atas . jika konten terisi penuh dengan tinggi layar hal seperti itu tidak akan kita sadari. Namun pada beberapa media mobile akan terlihat perbedaanya. bagi pemula yang baru saja belajar tata letak web rasanya hal ini akan terabaikan. untung saja css memiliki tata letak dengan Flexbox,meski agak sulit untuk memahaminya tapi kalau kita tahu masing-masing fungsi element pada flex akan lebih mudah mereapkannya. saat ini flexbox hampir semua browser terbaru mendukung(support). (abaikan jika masih menggunakan browser lama ) 









